MANOKWARI – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan relevansi lulusan dengan dunia kerja global, Program Studi S1 Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Papua (UNIPA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi dan Pemantapan Kurikulum pada hari ini, Senin (17/03/2026). Kegiatan yang dilakukan secara Hybrid ini merupakan langkah transformatif untuk mengalihkan fokus pendidikan dari pendekatan tradisional ke arah Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada hasil dan capaian pembelajaran yang terukur.

Acara dimulai  dengan Doa dan sambutan dari Ketua Jurusan Fisika FMIPA UNIPA, Dr. Baina Afkril, S.Si., M.Sc., yang menekankan pentingnya sinergi akademis dalam menghadapi dinamika perubahan zaman. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan FMIPA UNIPA, Markus Heryanto Langsa, S.Si., M.Sc., Ph.D. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa kurikulum ini harus mampu memperkuat visi fakultas sebagai pusat riset unggulan di bidang sains alam yang berfokus pada kekayaan dan konservasi sumber daya alam Papua.

Koordinator Tim Penyusun Kurikulum Prodi Fisika FMIPA UNIPA, Dr. Richard Lewerissa, S.Si., M.Sc, memaparkan kemajuan evaluasi kurikulum yang telah dilakukan. Beliau menjelaskan bahwa rekonstruksi kurikulum ini berpijak pada empat profil lulusan utama, yaitu: Akademisi dan Pendidik, Peneliti, Praktisi, serta Entrepreneur. Salah satu ciri khas yang diunggulkan adalah pengintegrasian riset terapan Fisika berbasis konservasi Papua ke dalam mata kuliah, guna memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi mahasiswa.

Materi utama dalam FGD ini disampaikan oleh narasumber pakar, Dr. Rahmawati Munir, S.Si., M.Sc (Koordinator Prodi Fisika Universitas Mulawarman). Dalam analisisnya, beliau memberikan berbagai masukan konstruktif untuk memperkuat Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) agar lebih akuntabel dan sesuai dengan standar nasional serta kebutuhan industri 4.0. Beliau juga mengapresiasi langkah strategis Prodi Fisika UNIPA yang mengintegrasikan kebijakan yang memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk memperkaya kompetensi di luar program studi.

Sinergi dengan pemangku kepentingan dalam Focus Group Discussion (FGD) ini tidak hanya melibatkan kalangan internal dosen, tetapi juga mengundang para pemangku kepentingan (pengguna lulusan) dan alumni. Keterlibatan mereka sangat penting mengingat hasil tracer study tahun 2026 menunjukkan adanya tantangan dalam kesesuaian bidang kerja. Oleh karena itu, kurikulum baru ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan kompetensi tersebut. Melalui diskusi ini, diharapkan dapat dihasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga memiliki karakter technopreneurship yang bermartabat.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan arahan dari Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA UNIPA, Dr. Maria Massora, S.Si., M.Sc, yang menekankan komitmen fakultas dalam melaksanakan siklus penjaminan mutu secara berkelanjutan. Acara ini ditutup dengan pemberian penghargaan berupa sertifikat kepada narasumber secara simbolis, serta sesi foto bersama sebagai lambang kolaborasi lintas institusi. Dengan penguatan kurikulum berbasis OBE ini, Program Studi Fisika FMIPA UNIPA optimis dapat menghasilkan fisikawan masa depan yang kompetitif, berkarakter, dan mampu memberikan solusi teknis terhadap tantangan pembangunan daerah yang berkelanjutan di Tanah Papua.

Related Posts