Manokwari – Pada Selasa, 19 Mei 2026, Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Papua (FMIPA UNIPA) menampilkan suasana yang berbeda dari biasanya. Alih-alih dipenuhi oleh kerumunan mahasiswa, ruangan tersebut dihadiri oleh 187 siswa SMA dan 19 guru pendamping dari 12 sekolah menengah atas dan sederajat di Kabupaten Manokwari. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengamati secara lebih mendalam proses kelahiran, praktik, dan transformasi sains menjadi pilihan masa depan yang signifikan. Kegiatan Sains Fair FMIPA UNIPA 2026, yang merupakan kolaborasi antara Unit Penunjang Akademik (UPA) Laboratorium Terpadu dan FMIPA UNIPA, kali ini mengusung tema “Young Scientists for Sustainable Impact” dengan subtema “Membangun Generasi Kreatif, Inovatif, dan Berdampak bagi Generasi Masa Depan Papua”. Tema ini tidak sekadar menjadi slogan, melainkan juga merupakan ajakan dan pertanyaan: bagaimana generasi muda di Kabupaten Manokwari dapat berkontribusi dalam riset, teknologi, dan inovasi yang berkelanjutan untuk tanah mereka sendiri?

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Papua, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., yang didampingi oleh jajaran pimpinan FMIPA. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya menjadikan sains sebagai bahasa bersama bagi generasi muda Papua untuk menghadapi tantangan zaman, mulai dari perubahan iklim, energi terbarukan, hingga konservasi keanekaragaman hayati Papua. Ketua Panitia Sains Fair FMIPA UNIPA 2026, Dr. Jacson V. Morin, S.Si., M.Sc., melaporkan bahwa kegiatan ini berhasil menarik partisipasi sekolah dari berbagai latar belakang. Dari kota Manokwari, partisipasi datang dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMAN Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat, MAN Manokwari, SMA YAPIS, SMA IT Insan Mulia, SMA Kristen YABT, SMA Katolik Villanova, SMA Santo Paulus, dan SMA YPK Oikumene. Dari distrik, turut bergabung SMA Negeri 1 Warmare dan SMA Negeri Oransbari. Keragaman ini mencerminkan bahwa minat terhadap sains telah berkembang secara merata, melintasi batas geografis dan latar belakang sekolah.

Sesi yang paling dinantikan adalah talk show bertema “Peran Sains dan Inovasi bagi Generasi Papua Masa Depan”. Dekan FMIPA UNIPA, Markus Heryanto Langsa, S.Si., M.Sc., Ph.D., didampingi oleh mahasiswa Program Studi Fisika, Imanuel Seserai, sebagai bintang tamu, membahas bagaimana ilmu sains termasuk fisika telah mengubah cara manusia memahami alam dan menyelesaikan masalah nyata. Dipandu oleh moderator Fajar Ria Dwi Natalia Sianipar, S.Si., M.Sc, sesi ini berlangsung secara interaktif.

Salah satu daya tarik utama adalah pameran booth yang diselenggarakan di lantai 1 dan 2 Gedung Matematika. Stan Program Studi S1 Fisika FMIPA UNIPA menampilkan berbagai informasi yang dirancang khusus agar mudah dipahami oleh siswa SMA. Pengunjung dapat mengamati implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat) yang dilaksanakan oleh Prodi Fisika; peralatan laboratorium dari dua minat unggulan, yaitu Fisika Bumi dan Instrumentasi-Energi; aktivitas kemahasiswaan; serta berbagai penghargaan yang telah diraih oleh sivitas akademika Prodi Fisika. Di lokasi ini, secara khusus diselenggarakan sosialisasi mengenai Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) terbaru dari Program Studi Fisika FMIPA UNIPA. Bagi calon mahasiswa, VMTS bukan sekadar formalitas akademik; melainkan merupakan peta jalan yang menunjukkan arah perkembangan Prodi Fisika UNIPA, kompetensi yang akan diperoleh mahasiswa, serta kontribusi yang dapat diberikan kepada Tanah Papua melalui jalur fisika.

Kunjungan ke stan pameran Program Studi S1 Fisika FMIPA Universitas Papua dilakukan oleh siswa/i dari berbagai Sekolah Menengah Atas dan sederajat. Stan Program Studi Fisika ini menampilkan berbagai informasi mengenai program studi Fisika, termasuk kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, peralatan laboratorium untuk minat Fisika Bumi dan Instrumentasi-Energi, kegiatan kemahasiswaan, serta penghargaan yang telah diraih oleh sivitas akademika Program Studi Fisika FMIPA Universitas Papua. Selanjutnya, kegiatan Sains Fair FMIPA UNIPA 2026 berlanjut ke sesi yang paling mendalam: kunjungan laboratorium. Para siswa dibagi ke dalam empat laboratorium MIPA: Matematika, Kimia, Biologi, dan Fisika untuk merasakan secara langsung suasana kerja ilmiah. Di Laboratorium Fisika FMIPA UNIPA, siswa menyaksikan aktivitas praktikum mahasiswa Fisika, layanan pengujian fisika untuk mahasiswa dan dosen, serta etalase penelitian dosen dan mahasiswa yang sedang berlangsung. Banyak peserta mengakui bahwa ini adalah kali pertama mereka melihat alat-alat fisika eksperimental dari jarak dekat, tidak lagi sekadar gambar dalam buku pelajaran. Interaksi langsung dengan dosen dan mahasiswa Fisika membuat ilmu yang selama ini terasa abstrak menjadi sesuatu yang konkret dan dapat disentuh.

Acara diakhiri dengan pembagian door prize pada sore hari, yang salah satunya langsung diserahkan oleh Ketua Jurusan Fisika FMIPA UNIPA, Dr. Baina Afkril, S.Si., M.Sc., kepada para penerima yang beruntung. Sesi foto bersama para siswa dan guru pendamping menjadi penutup yang hangat, sebelum kegiatan resmi diakhiri dengan ramah tamah di halaman barat Gedung Matematika. Bagi Program Studi Fisika UNIPA, Sains Fair 2026 bukan sekadar ajang sosialisasi tahunan, melainkan investasi pada generasi penerus, sesuai dengan tema yang diusung. Setiap siswa yang pulang dengan rasa ingin tahu yang menyala, setiap guru yang membawa kisah baru ke ruang kelasnya, adalah benih bagi ekosistem sains yang lebih kuat di Papua. Jika satu di antara 187 siswa yang hadir hari ini esok kembali ke kampus ini sebagai mahasiswa Fisika, dengan VMTS Prodi Fisika UNIPA sebagai kompasnya, maka Sains Fair 2026 telah menunaikan tugasnya.

Related Posts